Novel sarjana di tepian baskom edisi guru

Sebuah novel untuk para pendidik yang dengan tabah memanusiakan manusia

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Info Umum. Show all posts
Showing posts with label Info Umum. Show all posts

Saturday, 30 July 2016

Novel Sarjana di Tepian Baskom Edisi Guru Karya Wilndan F. Mubarock












 

Ketika sains mengajari kita tentang apa yang benar, terukur, dan dapat dipertangungjawabkan kevalidannya. Dalam realitas kehidupan, terkadang banyak pula yang menempuh jalan pintas untuk mencapai kebenaran itu sendiri. Hasil akhirnya terkadang juga kebenaran itu menjadi kebenaran palsu. Disinilah sastra berbicara tentang kebenaran yang terabaikan oleh sains, kebenaran nilai-nilai yang ditelang dunia global. Sastra berbicara tentang  nilai-nilai yang mendidik  kita untuk serasa dengan insan lainnya. Rasa mengajari kita untuk membangun suara hati hati, membentuk moral universal, memupuk kebersatuan yang hakiki,  dan  sastra berbicara tentang rasa yang menyatuh bersama pribadi manusia sejak lahir. Rasa yang kadang di pandang sebelah mata oleh sains dewasa ini.


Tanggapan saya tentang Novel Sarjana di Tepian Baskom Karya Wildan F. Mubarock


Novel “Sarjana di Tepian Baskom Edisi Guru, karya dosen saya Wildan F. Mubarock" ini berkisah tentang Tegar yang menjalani hidup dengan kesederhanaan. Dalam kesederhanaan itu, Ia juga selalu bersyukur akan kebesaran Sang Kahlik dan  menghadapi setiap persolan  dalam kehidupan dengan tabah dan rendah hati. Tokoh yang juga hadir sebagai anak yatim ini menunjukan kedewasaan dan tanggungjawabnya dalam medidik dan membesarkan adik-adik, serta dalam  memenuhi kebutuhan keluarganya

Dalam keluarga Ia hadir sebagai anak sekaligus menggatikan posisi seorang ayah dalam hal mencukupi kebutuhan keluarga. Tegar selalu menjadikan sahabatnya Daaris sebagai tokoh insfirasi dalam berkarya. Teger dan Daaris ibarat otak kanan dan kiri yang saling melengkapi. Persahabatan mereka bukan sekedar saling membutuhkan, tetapi juga saling mendidik dan mengarahkan.

Persahabatan Tegar  dan Daaris  serta sikab dan tindakan dari mereka dapat dijadikan panutan oleh berbagai kalangan.  Terlebih khusus sangat berguna bagi pendidik atau pun calon pendidik yang akan membentuk watak generasi mudah dewasa ini. Tokoh utama dalam novel ini mengajari tentang moral  universal.  Menuntun kita untuk mengenali diri, mengendalikan diri, dan selalu tabah sebagai guru yang baik. Kita juga di ajari untuk  menuangkan sifat  dan karakter yang menunjung tinggi nilai-nilai moral yang berakar pada ajaran agama pada anak didik kita dalam  setiap proses belajar mengajar.

 
Novel ini mampu membuka mata batin kita. Menuntun serta membawa kita melayang dan menyelinap kedalam realitas kehidupan dewasa ini, untuk menyentuh dan merasakan kehidupan yang dianggap basi oleh kalangan berdasi di negara ini. Bukan hanya itu, novel ini pun mengajak pembaca untuk melihat sistem pendidikan di negara kita yang kadang terjadi sistem hirarki kekerabatan, kekeluargaan, dan kecurangan-kecurangan terselubung yang terjadi antara pendidik dan orang tua murid.


    “Sederhananya, sistem dinasti dalam tubuh pendidikan di negara kita”


Melalui  sang guru teladan  dalam novel ini akan mengajak kita untuk melihat dunia dengan mata batin . Kita juga  akan diajak berkelan menyusuri lorong-lorong yang terabaikan. Merasakan kehidupan kota yang mulai menomor duakan sang khalik. Para siswa di sekolah-sekoalah ternama yang mulai memandang rendah gurunya. Sinetron-sinetron dewasa ini yang dengan akuhnya menayangkan siswa berseragam sekolah, namun yang ditonjolkan pada tiap adegannya adalah percinataan kalangan remaja, bukan melainkan proses belajar mengajar, sampai dengan kapitalis yang mengambil peran sentral dalam perkembangan global dan akan terus membuh dan memadamkan nilai-nilai kemanusia serta mengubur nilai-nilai tradisonal yang seharusnya disletarika. Kesenjangan dalam pendidikan di negara kita yang seakan mengiakan pancasila hanyalah milik mereka yang berdasi.

Selain dari  persolan-pesolan di atas, Tegar akan mengajari bagaimana menjadi guru yang baik, bertangungjawab, dan selalu tabah dalam benjalani hiruk-pikuk dalam kehidupan. Ia juga mengajari bagaimana memahami kebhinekaan yang seharusnya tanpa membedakan ras dan agama. Semua itu disajikan penulis dengan bahasa yang lugas, puitis, menggelora, dan mudah dipahami oleh semua kalangan. Di setiap alurnya, novel ini mengajari bagaimana kita melihat kehidupan dengan mata batin kita  dan disajikan dengan dialog-dialog yang membuat pembaca seakan-akan berada di tempat kejadian.
                                                                                     
Sekali lagi Novel ini sangat berguna bagi seorang calon pendidik seperti saya. Novel ini mampu mengajak kita untuk melihat apa yang sebenaranya terabaikan saat ini. Kejujuran dan kebenaran dipandang dongeng para pembual. Saat ini yang ada, jika anda ingin sukses anda harus licik dan pandai bertopeng. Semua persolan itu pun di sajikan dengan singkat padat dan jelas.

Lebih mendalam lagi. Anda dan saya kadang dibutakan dengan kata-kata seperti “keberhasilan, kemapanan, dan kesuksesan”. Benar pendidikan saat ini mempersiapkan kita menjadi manusia-manusia sukses, siap dipekerjakan di dunia kerja, dan hidup dalam kemewahan dan kemegaan. Ketika kata-kata di atas meracuni mindset manusia masa kini. Imajinasi  yang selalu terbayang dalam benak adalah sukses, mapan, dan hidup mewah. Dalam mencapai itu, tidak jarang juga cara–cara yang pintas dan licik ditempuh oleh sebagian manusia. 

Pernyataan ini bukan berarti tidak boleh sukses, kaya, dan mapan, tetapi pertanyaannya ketika semua itu diperoleh dengan cara yang licik dan bertopeng. Apakah anda berani berkata ini rejeki Sang Khalik untukku? Jangan-jangan hak orang lain yang kita rebut dengan begitu rakusnya. Temukan kisa mereka sekarang juga. Anda akan di ajak berkelana oleh Tegar  si yatim alias guru teladan yang rajin beribadah itu.

                                                      - Terima Kasih -

Nama : Natalius Tekege
NPM : 032111099
Blog  :  www.dihaimoma.com

Thursday, 23 June 2016

Berkarya dengan Tulisan


Berkarya dengan Tulisan


Wildan F. Mubarock, lulusan sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka belakangan ini aktif menularkan virus membaca dan menulis bagi siswa dan mahasiswa. Wildan yang terinspirasi dari sosok Buya Hamka akhirnya pun turut mewarnai dunia literasi dengan menerbitkan novel dengan judul “ Sarjana di Tepian Baskom”.

Bersama dengan itu, Program “ Sarjana di Tepian Baskom goes to School lusa kemarin mengadakan Talkshow mengenai kepenulisan di SMK Farmako Medika. Acara yang berlangsung selama dua jam dan dihadiri sekitar 280 siswa dari berbagai jurusan. Diantaranya, Farmasi, Perawat, TKJ, RPL itu pun berlangsung sangat menarik untuk diikuti.  Selvi  selaku presenter berhasil membuat suasana talkshow lebih hidup dengan game-game seru dan dorprize menarik.

Sementara itu, Otong, salah satu pembaca puisi diacara Farmako Talkshow berkomentar bahwa acara kali ini seru dan menarik untuk diikuti. “ tidak menyangka pesertanya banyak, minat menulis siswa juga nampak di sesi tanya jawab”. Ujarnya  sambil tersenyum.

“Acaranya seru, menginspirasi, siswa mendapatkan wawasan mengenai tips menulis. Semoga kedepannya diadakan pelatihan sebagai tindak lanjut”. Ujar Pak Taufik selaku Pembina Osis diakhir acara.








Tuesday, 31 May 2016

Sarjana di tepian Baskom Mejeng di Koran-




Tuesday, 24 May 2016

Markas Baru, Karya Baru!

 













 

Bogor_ sudah hampir  dua tahun  WFME tak punya ruang buat sekadar melepas lelah. Nomaden merupakan cara jitu bagi  WFME untuk tetap menghasilkan sebuah produk yang belakangan bernama karya. Kini, di tengah-tengah krisis moneter sang bendahara dan minat membeli buku yang tergerus kewajiban salah kaprah membeli baju lebaran. Tuhan akhirnya menjawab segala resah dan mengabulkan segala pinta. Dan akhirnya, Perum Ambar Regency  3 F1 No 2 akan menjadi markas besar guna menunjang segala aktivitas. Semoga saja  WFME dengan markas barunya dapat melahirkan mahakarya yang tak kan mampu di tebas zaman.

Universitas Pakuan Lagi-Lagi Punya Karya

     Ditulis oleh : merans on 04 Juni 2015.


Unpak – Wildan F. Mubarock berhasil melewati skat-skat akademisi dengan karya teranyarnya “Sarjana di Tepian Baskom” edisi Guru. Kelahiran novel Sarjana di tepian baskom merupakan bukti nyata bahwa sang dosen yang mengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan bisa menjadi model sesungguhnya bagi mahasiswa yang diajarnya.
\
Novel yang mengisahkan persahabatan dua tokoh utama yang berkarakter berbeda sangat memberikan inspirasi dan motivasi bagi pembaca khususnya calon sarjana.

Sarjana di tepian baskom merupakan hasil diskusi berkesinambungan selama berbulan-bulan dengan dua dosen di lingkungan FKIP Universitas Pakuan yakni Dra. Sri Rahayu Dwiastuti dan Abdul Rosid, M.Pd. keduannya memegang peranan penting bagi lahirnya sebuah novel yang bagi sebagian orang mungkin baru sebatas mimpi.

Sebagai karya perdana yang memasuki cetakan kedua setelah tiga bulan di pasarkan dan masuk toko buku mayor merupakan prestasi tersendiri bagi Wildan F. Mubarock dan Universitas Pakuan sebagai rumah singgah satu-satunya tempat penulis mengabdi. Semoga Sang penulis memberikan geliat positif bagi mahasiswa dan terus mengabarkan pada dunia bahwa Universitas Pakuan memiliki novelis yang tak kalah hebat dengan novelis yang mengabdi pada institusi ternama lainnya.

Kini, segala hal tentang Sang dosen berambut poni dan sarjana di tepian baskom edisi guru dapat dikunjungi di website www.wildanfmubarock.com. Website dihadirkan dalam upaya menularkan virus membaca, menulis serta berkreasi. Semoga Wildan F. Mubarock  bersama bendera Universitas Pakuan dapat menjamah sidang pembaca yang tak bertakdir untuk bersua. Dan semoga saja karya nyata dapat menjadi magnet bagi pembaca untuk menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Pakuan.

Info lengkap silahkan kunjungi:www.wildanfmubarock.com